Kamis, 21 Agustus 2014

Gara-Gara Ngeband Aku Jadi Maling Super Hebat :)






SUARA dug dag dem jreng dan teriakan vocal Biscuits Band emang bikin orang2 tidak bisa tidur siang, jadwal manggungnya kala itu begitu padat , dengan fasilitas yang emang serba terbatas ,mereka jadi tebal muka untuk pinjam alat sana sini , Biscuit Band adalah Band kampungan yang sempat menjulang di kawasanya ,.
Adalah Hendrik alias Komet, memijit dan mencakar Gitar Melodinya,
Adalah Kim alias Tajab , Meraung dan meringkik dengn Vocal khasnya yg unik ,.
Adalah Rusel alias Dewa pencabik dan penonjok Bass ,.
adalah Fin alias Ronald Penggebug dan penendang Drum ,.
Adalah Romad alias Jenggot additional player, adalah Sum alias Diva , Suara malu-malu alias Backing vocal.
Pagi itu latihan begitu sempurna sekali , setelah 4 jam latiahan berlalu .
Udah..bubaran dulu yok.. nanti sore kita ndak usah latian , kita istirahat yang cukup untuk manggung besok ,
Mas besok pake baju apaan tanya Ronald,. haha..haha..pake baju muslim aja, ceplos Dewa dengan suara ejekan ringan , karna tau kebiasaan Ronald yg paling suka mengatur kostum temen2 kalo mau manggung,.
” besok pake kostum bebas yang penting putih, warna harus sama biar kelihatan kompak ,. sahut Komet.
” Usai berdiskusi mereka pun bubar, semua balik ke rumah masing2.” Sore itu betapa bingungnya Komet ketika Tape Compo yang pinjem dari teman tidak ada di sarang alias di gondol maling,, Volume curiganya pun naik turun, karna sesuatu yg mustahil kalau tetangganya yang ngambil, memang sangat tidak mungkin., berita ini akhirnya terdengar ke seluruh Teman2 Band,.
Mas kita tanya ke Mbah Jagung aja barang kali bisa nolong kita,, Jenggot memberi usul, karna bener2 bingung dan memang tidak mempunyai firasat sama sekali  , Akhirnya berangkatlah Komet ke tempat Mbah Jagung,. maka di ceritakanlah kronologi hilangnya Tape Compo,.
Praduga Mbah Jagung memang sangat tidak logika menurut Komet, karna Komet memang merasa bahwa bukan tetangganya yg mengambil nya, Akhirnya komet pulang bersama Jenggot.
Setelah wktu yg di nanti tiba,  Konser begitu meriah buat Biscuits band, bagaikan lupa akan peristiwa hilangnya tape compo, Kometpun larut di pentas yang ukurannya 8 x 16 meter,.
Mas Berakiiiiit rakiiiit maaaas….   oooooeeee Dreeeeeeem titeeeeeer…… oeeeeee dangduuuuuut hahahaha,, ” Hiruk pikuk dan teriakan penonton terus saja memenuhi lapangan Biscuit mengadakan Show.
Di sana ada berjuta warna,
yang ku puja ku pilih satu jua,
merah jingga yang ku damba..
Bunga mawarku bunga hatiku,
kau ku cumbu setiap waktu,..
Akan ku jaga setiap belaian darimu oh… bunga mawarku….
Lagu  Mawar dari Biscuit band yang di racik untuk mengakhiri acara tersebut,.sepertinya tidak asing di telinga peminat2nya, hingga gebugan dram dari Ronald ,cabikan bass dari Dewa, raungan vocal Tajab dan Distortion Komet berhasil menggiring penonton layaknya guru TK sedang mengajar murid2nya.,:D
Usai mengadakan persembahan, malamnya biasa mereka kumpul2 di tikungan jalan yang tempatnya setrategis untuk cuci mata , karna tempat itu adalah sebuah jalan pertigaan yang menghubungkan 3 dusun di  tempat Komet ,sambil ngejreng baraangkali ada cewek cantik yg lewat…
”jreng,,jreeeng..jreng…Ku coba memahami tempatku berlabuuuh…. tedampar di keruuuhnya satu sisi dun..yaa..
Komet yg masih sendiri dan ngejreng,  ” datanglah Adi alias Alias Bakul semangka ,langsung mengikuti lagu yg di mainkan Komet,. ” tiba2 Abi bertanya ,. mas katanya tip anak Biscuit ilang ya,,..?? komet pun menjawab pasif .,’Iya tapi sudahlah ..besok akku mau bilang ama yg punya , minta waktu untuk mengganti tapenya.
‘Mas aku tahu siapa yang ngambil, ”ceplos Adi tanpa ragu .,
Kometpun biasa saja menjawab.., ”emang siapa yang ngambil..??
Adi langsung mengatakan strategi pada Komet untuk mendapatkan tape itu kembali., berselang dengan itu anak2 Biscuits akhirnya pada ngumpul sampai larut tiba, ahirnya mereka bubar…
Pgipun tiba, seperti tidak biasanya udara terasa panas Komet sudah  siap dengan setrategi yg di atur Adi untuk mencari tape yang hilang ,melihat gayanya Komet yang rambutnya gondrong dan pake jins sobek2,. haha haha.. koyo penyanyine jamrud  mas ,. dengan nada ndesonya Edi pun mengejek Komet, akhirnya mereka pun pergi mencari si maling.
Dan sesampai di kota tempat si maling tinggal, Edi tidak langsung mengajak Komet ke rumah si maling , tapi dia menurunkan Komet di sebuah pusat hiburan Game atau DING DONG.
Edi sedikit bercerita tentang daerah itu,. mas di sini yang menguasai maling adalah saya, dan nomer dua adalah Cholius alias pesek,.”Cholius ?? sahut Komet yg tidak percaya bahwa tetangganya jadi raja maling yg di segani di sini.
Iya maas dan Cholius adalah maling yg paling pendiam tapi mereka semua takut sama Cholius., nah…. sekarang yg perlu mas Komet tau , mas harus berpura pura jadi masnya Cholius , karena Choliuspun sering menceritakan pada mereka tentang sepak terjang mas nya yang katanya sudah menguasai 12 kota jadi raja maling,dan sepak terjangnya menakutkan, padahal mas komet sendiri tau , masnya Cholius seorang guru agama ha ha ha… 
Kometpun mengangguk, layaknya  seorang Don Juan Kometpun masuk, diam2 pandangnya menyapu ke seluruh ruangan ,sedangkan Adi menunggu agak jauh sambil menyiapkan motor kalu apa apa terjadi langsung cabut ,ini adalah strategi Adi.
Nongkrong di atas kursi dengan sedikit tidak sopan, kepulan asap rokok Komet sudah menandakan sesuata bakalan terjadi ,Kometpun masih santai sambil mengawasi sasaran yg sudah di ruangan itu ”BraaaKKKK.. Komet menangkis dengan pantas sebuah lemparan kursi atom dari seseorang, berdiri sambil menoleh pada seseorang yg sudah menghantam dia , di mulailah cerita ini.
Mas sorry..sorry..soryy.. tak kirain kamu temenku namanya Cholius abiiis dari belakang mas miriiiip banget, Komet pun diam sambil mengeluarkan Sebungkus rokok dengan koreknya dia menyulut rokoknya dengan tenang dan santai, dan mengulurkan rokok ke Orang yg melempar kursi tadi , yang tak lain adalah Dul aliaas Kobar,gaya Komet emang pas seperti kaya yg di pesankan Adi.
Komet kembali duduk tanpa mempedulikan pertanyaan orang tadi yang tak lain adalah orang yg di cari, meski komet sudah menawarkan rokoknya , tak sepatah katapun komet menjawab pertanyaan Dul alias Kobar alias si maling.. ~kebanyakan alias hehe
Rokokpun sudah hampir sebungkus dia hisap tapi si maling tak kunjung keluar, dia pun menghampiri Adi yg agak jauh dari tempatnya mengawasi Kobar,
Ad.. gimana kalo aku garap  dia di sini km ada ide..?? tanya komet agak geram.
Waaaaah jangan mas ! kios2 kecil yg di sini itu semua saudaranya., tukang2 parkir yg di sini semua temennya,, sabarlah tunggu dia keluar untuk pulang.
Ya sudah tak beli rokok dulu aku,,..
Mas,,mas… itu dia Kobar sudah keluar , tanpa mempedulikan Adi Komet langsung membuntuti Kobar , jarakpun sudah semakin dekat ,tangan Komet sudah mulai gatal .
Tiiit..tiiit , Adi pun mmenghampiri Kobar saat Komet sudah mempersiapkan serangan ,
Whoii Setan… Kobar menyapa Adi , Sama sapa Ad..?? tanya Kobar pada Adi yang masih menjalanka motornya pelan2 untuk menyamai jalanya Kobar. Serangan Kometpun gagal seiring kerlipan mata Adi yg mungkin sudah mengatur strategi lain.
Bar ini saya sama masnya Cholius,
oooh ini mas yg saya lempar pake kursi tadi , tak kirain cholius,. Ayoo mas mampir ke rumahku dulu ” ajaka Kobar,.
Komet pun hanya diam sambil mengatur langkah untuk menyesuaikan diri karena peranya sekarang adalah sebagai Maling yg menakutkan yaitu sebagai masnya Cholius.
Sampailah di rumah Kobar , rumah yg hanya berbentuk ruangan dan banyak paku2 tertancap untuk menyimpan pakaian .  Nurani Kometpun mulai berbicara ,ooooh pantesan dia mencuri tapeku.. dendam Kometpun sirna seketika saat seorang perempuan muda Bunting menyuguhkan beberapa bungkusan krupuk untuk menjamu Komet dan Adi dan tak lain adalah Istrinya Kobar.
Dengan sedikit salah tingkah komet pun bertanya pada Adi, Ad.. tak carikan anget anget dulu ya tunggu jangan ke mana2.. dalam waktu 5 menit saja Kobar sudah membawa Tiga cangkir kopi panas dan sebotol cairan yg tak lain adalah arak.
Mulailah Kobar pelan2 menuangkan arak pada kopi Adi, Bar.. dingklik sing mok jikuk gek ingi nondi..? tanya Adi dengan di selipi bahasa Malingnya yang maksudnya , Bar Dingklik ( kursi kecil ,bahasa isarat untuk sebutan Tape compo ) yang kamu ambil kamarin di mana..??
Lhoh Ad kan sudah ku bilang, sudah tak oper ke pak Chong… malah sekalian sama cacingnya, ”lagi2 Kobar pakai bahasa maling ,.
Sambil di tanya sama Adi Kobarpun sudah siap2 untuk menuang kan arak ke kopinya Komet,.
Bar , kamu tau Dingklik itu punya siapa..??
Lha emang punya siapa Ad..?
Tu orangnya di depan kamu,, Betapa gemetar tangan Kobar ketika tau tape yg di curinya adalah milik Komet alias Maasnya Cholius palsu.
Mas..mas summpaaah..saya ndak tau kalau itu punya mas.. sumpaaah..
Kometpun bersuara tenang,. sekarang kamu ambil dingkliknya saya ndak ada waktu lama2 di sini.
Kobar pun gemetar meminta tolong Adi untuk membantu menyelesaikan masalah ini, Karena untuk mengambil tape dari Achongpun harus pakai uang.
Adi sebagai maling yg sudah Insaf dan lebih arif dari Kobar pun memberi solusi ,
Sekarang kamu punya uang berapa Bar..? ” Cuma delapan puluh ribu Ad, sedangkan semalam aku minta uang ke Achong duaratus lima puluh ribu.
Maka Kometpun mngeluarkan uang seratus ribu .. Bar ni uang buat tambahan yang lain saya ndak mau tau , saya mau tau tip itu kembali pada saya..!
I…iya mas ,tapi saya mnta waktu sebentar.., maka bergegas Kobar melesat keluar.. dalam waktu 15 menit Kobar sudah balik lagi dengan membawa bungkusan karung yg tak lain adalah Celana Jeans yg masih berbandrol,. dalam hati Komet pun heran, Ini celana nyikat di toko manaaaa,,?? gede bener nyalinya.
Bar , trus barang ini mau di masak di mana , tanya Komet kaya udah profesional jadi maling.
Anu mas saya minta tolong ,antarkan saya ke satu tempat untuk masak barang ini..
Akhirnya samapailah Komet dan Kobar di sebuah tempat prostitusi , dalam hati Komet pun berbisik ,apaaa yg terjadi dengan yg ku alami sekarang..?? Kobar menjajakan barangnya sementara Komet hanya duduk Nangkring di atas motor, menunggu Kobar.
Maka Kobarpun datang datang ,, Ayoo mas…
Dapat berapa tanya Komet singkat,.
Tiga ratus ribu mas , nanti lebihnya semua mas pake untuk beli bensin ,. dalam hati Komet pun berbisik semproooool …semproool , itu celana kalo di jual di toko mah sampai dua jutaan .
Singkat cerita Tape compo sudah berada di tangan Komet, dalam perjalanan Pulang dari menjual celana Kobarpun banyk bercerita tentang kehidupannya dan istrinya,,.
Dalam hati Komet pun berbisik,. ternyata Kobar pun seorang maling yg punya Nurani , rasa sosialnya pun tinggi ,rasa tanggung jawabnya pada keluarga kecilnya pun hebat , hanya saja dia salah memilih profesi .
Komet dan Adi pun beranjak pergi meninggalkan Rumah Kobar, Adi lebih lihai dalam dunia malingnya hingga sepion nya ada Intel (Polisi penyeliik ) pun dia ngrasa .
Satu yg masih terngiang di telinga Komet tentang omongannya Kobar , Mas kapan dunia kita ini akan baerubah,, Ohh iya mas kalo Mas Komet mau gitar yg bagus saya siap carikan, .
Hahahaha.. Kometpun tertawa dalam hati sambil bebisik , malingpun tau balas budi.,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar