SUARA dug dag dem jreng dan teriakan
vocal Biscuits Band emang bikin orang2 tidak bisa tidur siang, jadwal
manggungnya kala itu begitu padat , dengan fasilitas yang emang serba terbatas
,mereka jadi tebal muka untuk pinjam alat sana sini , Biscuit Band adalah Band
kampungan yang sempat menjulang di kawasanya ,.
Adalah Hendrik alias Komet, memijit
dan mencakar Gitar Melodinya,
Adalah Kim alias Tajab , Meraung dan
meringkik dengn Vocal khasnya yg unik ,.
Adalah Rusel alias Dewa pencabik dan
penonjok Bass ,.
adalah Fin alias Ronald Penggebug
dan penendang Drum ,.
Adalah Romad alias Jenggot additional
player, adalah Sum alias Diva , Suara malu-malu alias Backing vocal.
Pagi itu latihan begitu sempurna
sekali , setelah 4 jam latiahan berlalu .
Udah..bubaran dulu yok.. nanti sore
kita ndak usah latian , kita istirahat yang cukup untuk manggung besok ,
Mas besok pake baju apaan tanya
Ronald,. haha..haha..pake baju muslim aja,
ceplos Dewa dengan suara ejekan ringan , karna tau kebiasaan Ronald yg paling
suka mengatur kostum temen2 kalo mau manggung,.
” besok pake kostum bebas yang
penting putih, warna harus sama biar kelihatan kompak ,. sahut Komet.
” Usai berdiskusi mereka pun bubar,
semua balik ke rumah masing2.” Sore itu betapa bingungnya Komet ketika Tape
Compo yang pinjem dari teman tidak ada di sarang alias di gondol maling,,
Volume curiganya pun naik turun, karna sesuatu yg mustahil kalau tetangganya
yang ngambil, memang sangat tidak mungkin., berita ini akhirnya terdengar ke
seluruh Teman2 Band,.
Mas kita tanya ke Mbah Jagung aja
barang kali bisa nolong kita,,
Jenggot memberi usul, karna bener2 bingung dan memang tidak mempunyai firasat
sama sekali , Akhirnya berangkatlah Komet ke tempat Mbah Jagung,. maka di
ceritakanlah kronologi hilangnya Tape Compo,.
Praduga Mbah Jagung memang sangat
tidak logika menurut Komet, karna Komet memang merasa bahwa bukan tetangganya
yg mengambil nya, Akhirnya komet pulang bersama Jenggot.
Setelah wktu yg di nanti tiba,
Konser begitu meriah buat Biscuits band, bagaikan lupa akan peristiwa
hilangnya tape compo, Kometpun larut di pentas yang ukurannya 8 x 16 meter,.
Mas Berakiiiiit rakiiiit maaaas….
oooooeeee Dreeeeeeem titeeeeeer…… oeeeeee dangduuuuuut hahahaha,, ” Hiruk pikuk dan teriakan penonton terus saja memenuhi
lapangan Biscuit mengadakan Show.
Di sana ada berjuta warna,
yang ku puja ku pilih satu jua,
merah jingga yang ku damba..
Bunga mawarku bunga hatiku,
kau ku cumbu setiap waktu,..
Akan ku jaga setiap belaian darimu
oh… bunga mawarku….
Lagu Mawar dari
Biscuit band yang di racik untuk mengakhiri acara tersebut,.sepertinya tidak
asing di telinga peminat2nya, hingga gebugan dram dari Ronald ,cabikan bass
dari Dewa, raungan vocal Tajab dan Distortion Komet berhasil menggiring
penonton layaknya guru TK sedang mengajar murid2nya.,:D
Usai mengadakan persembahan,
malamnya biasa mereka kumpul2 di tikungan jalan yang tempatnya setrategis
untuk cuci mata , karna tempat itu adalah sebuah jalan pertigaan yang
menghubungkan 3 dusun di tempat Komet ,sambil ngejreng baraangkali ada
cewek cantik yg lewat…
”jreng,,jreeeng..jreng…Ku coba
memahami tempatku berlabuuuh…. tedampar di keruuuhnya satu sisi dun..yaa..
Komet yg masih sendiri dan ngejreng,
” datanglah Adi alias Alias Bakul semangka ,langsung mengikuti lagu yg di
mainkan Komet,. ” tiba2 Abi bertanya ,. mas katanya tip anak Biscuit ilang
ya,,..?? komet pun menjawab pasif .,’Iya tapi sudahlah ..besok akku mau
bilang ama yg punya , minta waktu untuk mengganti tapenya.
‘‘Mas aku tahu siapa yang
ngambil, ”ceplos Adi tanpa ragu .,
Kometpun biasa saja menjawab.., ”emang
siapa yang ngambil..??
Adi langsung mengatakan strategi
pada Komet untuk mendapatkan tape itu kembali., berselang dengan itu anak2
Biscuits akhirnya pada ngumpul sampai larut tiba, ahirnya mereka bubar…
Pgipun tiba, seperti tidak biasanya
udara terasa panas Komet sudah siap dengan setrategi yg di atur Adi untuk
mencari tape yang hilang ,melihat gayanya Komet yang rambutnya gondrong dan
pake jins sobek2,. haha haha.. koyo penyanyine jamrud mas ,.
dengan nada ndesonya Edi pun mengejek Komet, akhirnya mereka pun pergi mencari
si maling.
Dan sesampai di kota tempat si
maling tinggal, Edi tidak langsung mengajak Komet ke rumah si maling , tapi dia
menurunkan Komet di sebuah pusat hiburan Game atau DING DONG.
Edi sedikit bercerita tentang daerah
itu,. mas di sini yang menguasai maling adalah saya, dan nomer dua adalah
Cholius alias pesek,.”Cholius ?? sahut Komet yg tidak percaya bahwa
tetangganya jadi raja maling yg di segani di sini.
Iya maas dan Cholius adalah maling
yg paling pendiam tapi mereka semua takut sama Cholius., nah…. sekarang yg
perlu mas Komet tau , mas harus berpura pura jadi masnya Cholius , karena
Choliuspun sering menceritakan pada mereka tentang sepak terjang mas nya yang
katanya sudah menguasai 12 kota jadi raja maling,dan sepak terjangnya
menakutkan, padahal mas komet sendiri tau , masnya Cholius seorang guru agama
ha ha ha…
Kometpun mengangguk, layaknya
seorang Don Juan Kometpun masuk, diam2 pandangnya menyapu ke seluruh
ruangan ,sedangkan Adi menunggu agak jauh sambil menyiapkan motor kalu apa apa
terjadi langsung cabut ,ini adalah strategi Adi.
Nongkrong di atas kursi dengan
sedikit tidak sopan, kepulan asap rokok Komet sudah menandakan sesuata bakalan
terjadi ,Kometpun masih santai sambil mengawasi sasaran yg sudah di ruangan itu
”BraaaKKKK.. Komet menangkis dengan pantas sebuah lemparan kursi atom dari
seseorang, berdiri sambil menoleh pada seseorang yg sudah menghantam dia , di
mulailah cerita ini.
Mas sorry..sorry..soryy.. tak kirain kamu temenku namanya Cholius abiiis dari
belakang mas miriiiip banget, Komet pun diam sambil mengeluarkan Sebungkus
rokok dengan koreknya dia menyulut rokoknya dengan tenang dan santai, dan
mengulurkan rokok ke Orang yg melempar kursi tadi , yang tak lain adalah Dul
aliaas Kobar,gaya Komet emang pas seperti kaya yg di pesankan Adi.
Komet kembali duduk tanpa mempedulikan
pertanyaan orang tadi yang tak lain adalah orang yg di cari, meski komet sudah
menawarkan rokoknya , tak sepatah katapun komet menjawab pertanyaan Dul alias
Kobar alias si maling.. ~kebanyakan alias hehe
Rokokpun sudah hampir sebungkus dia
hisap tapi si maling tak kunjung keluar, dia pun menghampiri Adi yg agak jauh
dari tempatnya mengawasi Kobar,
Ad.. gimana kalo aku garap dia
di sini km ada ide..?? tanya
komet agak geram.
Waaaaah jangan mas ! kios2 kecil yg
di sini itu semua saudaranya., tukang2 parkir yg di sini semua temennya,,
sabarlah tunggu dia keluar untuk pulang.
Ya sudah tak beli rokok dulu aku,,..
Mas,,mas… itu dia Kobar sudah keluar
, tanpa mempedulikan Adi Komet
langsung membuntuti Kobar , jarakpun sudah semakin dekat ,tangan Komet sudah
mulai gatal .
Tiiit..tiiit , Adi pun mmenghampiri Kobar saat Komet sudah mempersiapkan
serangan ,
Whoii Setan… Kobar menyapa Adi , Sama sapa Ad..?? tanya Kobar
pada Adi yang masih menjalanka motornya pelan2 untuk menyamai jalanya Kobar.
Serangan Kometpun gagal seiring kerlipan mata Adi yg mungkin sudah mengatur
strategi lain.
Bar ini saya sama masnya Cholius,
oooh ini mas yg saya lempar pake
kursi tadi , tak kirain cholius,. Ayoo mas mampir ke rumahku dulu ” ajaka
Kobar,.
Komet pun hanya diam sambil mengatur
langkah untuk menyesuaikan diri karena peranya sekarang adalah sebagai Maling
yg menakutkan yaitu sebagai masnya Cholius.
Sampailah di rumah Kobar , rumah yg
hanya berbentuk ruangan dan banyak paku2 tertancap untuk menyimpan pakaian .
Nurani Kometpun mulai berbicara ,ooooh pantesan dia mencuri tapeku..
dendam Kometpun sirna seketika saat seorang perempuan muda Bunting menyuguhkan
beberapa bungkusan krupuk untuk menjamu Komet dan Adi dan tak lain adalah
Istrinya Kobar.
Dengan sedikit salah tingkah komet
pun bertanya pada Adi, Ad.. tak carikan anget anget dulu ya tunggu jangan ke
mana2.. dalam waktu 5 menit saja Kobar sudah membawa Tiga cangkir kopi panas
dan sebotol cairan yg tak lain adalah arak.
Mulailah Kobar pelan2 menuangkan
arak pada kopi Adi, Bar.. dingklik sing mok jikuk gek ingi nondi..? tanya Adi
dengan di selipi bahasa Malingnya yang maksudnya , Bar Dingklik ( kursi kecil
,bahasa isarat untuk sebutan Tape compo ) yang kamu ambil kamarin di mana..??
Lhoh Ad kan sudah ku bilang, sudah
tak oper ke pak Chong… malah sekalian sama cacingnya, ”lagi2 Kobar pakai bahasa
maling ,.
Sambil di tanya sama Adi Kobarpun
sudah siap2 untuk menuang kan arak ke kopinya Komet,.
Bar , kamu tau Dingklik itu punya
siapa..??
Lha emang punya siapa Ad..?
Tu orangnya di depan kamu,, Betapa
gemetar tangan Kobar ketika tau tape yg di curinya adalah milik Komet alias
Maasnya Cholius palsu.
Mas..mas summpaaah..saya ndak tau
kalau itu punya mas.. sumpaaah..
Kometpun bersuara tenang,. sekarang
kamu ambil dingkliknya saya ndak ada waktu lama2 di sini.
Kobar pun gemetar meminta tolong Adi
untuk membantu menyelesaikan masalah ini, Karena untuk mengambil tape dari
Achongpun harus pakai uang.
Adi sebagai maling yg sudah Insaf
dan lebih arif dari Kobar pun memberi solusi ,
Sekarang kamu punya uang berapa
Bar..? ” Cuma delapan puluh ribu Ad, sedangkan semalam aku minta uang ke Achong
duaratus lima puluh ribu.
Maka Kometpun mngeluarkan uang
seratus ribu .. Bar ni uang buat tambahan yang lain saya ndak mau tau , saya
mau tau tip itu kembali pada saya..!
I…iya mas ,tapi saya mnta waktu
sebentar.., maka bergegas Kobar melesat keluar.. dalam waktu 15 menit Kobar
sudah balik lagi dengan membawa bungkusan karung yg tak lain adalah Celana
Jeans yg masih berbandrol,. dalam hati Komet pun heran, Ini celana nyikat di
toko manaaaa,,?? gede bener nyalinya.
Bar , trus barang ini mau di masak
di mana , tanya Komet kaya udah profesional jadi maling.
Anu mas saya minta tolong ,antarkan
saya ke satu tempat untuk masak barang ini..
Akhirnya samapailah Komet dan Kobar
di sebuah tempat prostitusi , dalam hati Komet pun berbisik ,apaaa yg terjadi
dengan yg ku alami sekarang..?? Kobar menjajakan barangnya sementara Komet
hanya duduk Nangkring di atas motor, menunggu Kobar.
Maka Kobarpun datang datang ,, Ayoo
mas…
Dapat berapa tanya Komet singkat,.
Tiga ratus ribu mas , nanti lebihnya
semua mas pake untuk beli bensin ,. dalam hati Komet pun berbisik semproooool
…semproool , itu celana kalo di jual di toko mah sampai dua jutaan .
Singkat cerita Tape compo sudah berada
di tangan Komet, dalam perjalanan Pulang dari menjual celana Kobarpun banyk
bercerita tentang kehidupannya dan istrinya,,.
Dalam hati Komet pun berbisik,.
ternyata Kobar pun seorang maling yg punya Nurani , rasa sosialnya pun tinggi
,rasa tanggung jawabnya pada keluarga kecilnya pun hebat , hanya saja dia salah
memilih profesi .
Komet dan Adi pun beranjak pergi
meninggalkan Rumah Kobar, Adi lebih lihai dalam dunia malingnya hingga sepion
nya ada Intel (Polisi penyeliik ) pun dia ngrasa .
Satu yg masih terngiang di telinga
Komet tentang omongannya Kobar , Mas kapan dunia kita ini akan baerubah,,
Ohh iya mas kalo Mas Komet mau gitar yg bagus saya siap carikan, .
Hahahaha.. Kometpun tertawa dalam hati sambil bebisik , malingpun
tau balas budi.,